Cara import barang dari China sebenarnya terdiri dari tujuh langkah yang urutannya tidak boleh dibalik. Kebanyakan pemula gagal bukan karena tidak menemukan supplier yang bagus, melainkan karena mereka membayar barang lebih dulu baru mengecek apakah barang itu boleh masuk Indonesia — dan menemukan jawabannya ketika kontainer sudah sandar di Tanjung Priok.

Panduan ini menjelaskan urutan yang benar dari nol: menentukan produk, menyiapkan legalitas, mencari supplier di 1688, menghitung total biaya sampai gudang, memilih metode pengiriman, mengurus dokumen, sampai barang lolos customs clearance. Termasuk penjelasan struktur biaya yang menentukan harga akhir, supaya Anda tahu apa saja yang harus dihitung sebelum menghubungi supplier mana pun.

Tiga jalur import dari China, mana yang cocok untuk Anda

Sebelum masuk ke langkah teknis, tentukan dulu jalurnya. Ketiga jalur di bawah ini sama-sama legal — yang membedakan adalah siapa yang tercatat sebagai importir dan seberapa besar kendali yang Anda pegang.

Perbandingan tiga jalur import barang dari China
Jalur Cocok untuk Butuh badan usaha? Kendali dokumen
Import borongan (door to door) Pemula, volume kecil, barang umum non-LARTAS Tidak Rendah — forwarder yang mengurus semuanya
Undername Volume menengah, barang butuh izin khusus Tidak, menyewa legalitas pihak lain Menengah — dokumen atas nama pemberi undername
Import mandiri (resmi) Import rutin, volume besar, bangun brand sendiri Ya — NIB dan izin terkait Penuh — PIB atas nama perusahaan Anda

Mayoritas orang yang baru belajar import barang dari China memulai dari jalur borongan, lalu naik ke undername ketika volumenya membesar, dan akhirnya mengurus legalitas sendiri ketika import sudah jadi kegiatan rutin. Tidak ada salahnya memulai dari jalur termudah — yang penting pajaknya tetap dibayar penuh.

Langkah 1: Tentukan produk dan cek status LARTAS

Semua barang yang masuk Indonesia diklasifikasikan dengan HS Code (Harmonized System Code), kode delapan digit yang menentukan berapa Bea Masuk yang harus Anda bayar dan izin apa yang dibutuhkan. Sebelum apa pun, cari HS Code produk Anda dan cek status LARTAS-nya — Larangan dan Pembatasan — di portal Indonesia National Single Window (INSW).

Kategori yang hampir selalu terkena pembatasan:

  • Makanan, minuman, suplemen, dan kosmetik — butuh izin edar BPOM
  • Alat kesehatan — butuh izin Kementerian Kesehatan
  • Mainan anak, helm, produk baja, ban — butuh sertifikat SNI
  • Perangkat telekomunikasi dan elektronik berpemancar — butuh sertifikat Postel/SDPPI
  • Baterai lithium — kategori dangerous goods, banyak forwarder menolak via udara
  • Tekstil dan produk tekstil jadi — kena Persetujuan Impor dan kuota

Kalau produk Anda masuk salah satu kategori di atas, biaya dan waktu pengurusan izin harus masuk hitungan sejak awal. Banyak importir pemula baru sadar produknya butuh SNI setelah barang sudah dibayar dan dikirim — pada titik itu pilihannya tinggal re-ekspor atau barang dimusnahkan, dua-duanya rugi total.

Langkah 2: Siapkan legalitas importir

Untuk import mandiri, Anda butuh NIB (Nomor Induk Berusaha) yang diurus lewat sistem OSS. Sejak penyederhanaan perizinan, NIB sekaligus berlaku sebagai Angka Pengenal Impor — Anda tidak perlu mengurus API-U secara terpisah lagi. Anda juga akan butuh NPWP badan dan akses kepabeanan yang didaftarkan ke Bea Cukai.

Kalau belum punya PT

Inilah pertanyaan yang paling sering muncul: apakah bisa import barang dari China tanpa pakai PT? Jawabannya bisa, lewat dua cara.

Jasa undername berarti Anda menyewa legalitas perusahaan lain yang sudah punya NIB dan izin import. Dokumen PIB terbit atas nama mereka, Anda membayar biaya sewa per pengiriman. Ini pilihan yang masuk akal jika barang Anda butuh izin khusus yang sudah dipegang pemberi undername.

Import borongan door to door berarti forwarder yang bertindak sebagai importir tercatat, dan Anda cukup menerima barang di alamat Anda. Paling sederhana, dan paling cocok untuk volume kecil. Syarat mutlaknya: minta forwarder menunjukkan dokumen PIB dan SPPB. Kalau mereka menolak atau menawarkan harga yang jauh di bawah pasar tanpa penjelasan, kemungkinan besar nilai barang Anda dideklarasikan lebih rendah dari seharusnya — dan risiko hukumnya bisa berbalik ke Anda sebagai pemilik barang.

Langkah 3: Cari dan verifikasi supplier

Tiga platform yang dipakai importir Indonesia, dengan fungsi yang berbeda:

Perbandingan platform sourcing produk China
Platform Jenis harga Pembeli internasional Paling cocok untuk
1688.com Grosir pabrik — termurah Tidak langsung, butuh forwarder atau buying agent Order rutin, margin maksimal
Alibaba.com Grosir ekspor, 20–50% di atas 1688 Ya, dengan Trade Assurance Order pertama, produk custom, keamanan transaksi
Taobao Eceran Tidak langsung Beli sampel, tes pasar sebelum order besar

Selisih harga antara 1688 dan Alibaba untuk produk yang identik bisa mencapai 30–50%, karena 1688 melayani pasar grosir domestik China sementara Alibaba diposisikan untuk pembeli internasional. Konsekuensinya, 1688 hanya menerima pembayaran lokal dan pengiriman ke alamat di dalam China — di situlah peran forwarder atau buying agent yang punya gudang di Guangzhou, Yiwu, atau Shenzhen.

Cara verifikasi supplier sebelum transfer

  • Umur toko. Di 1688, cari label 实力商家 dan perhatikan berapa tahun toko beroperasi. Di bawah dua tahun, naikkan kewaspadaan.
  • Volume transaksi. Riwayat penjualan yang konsisten lebih meyakinkan daripada rating tinggi dengan sedikit transaksi.
  • Pabrik atau trading company. Pabrik memberi harga lebih baik untuk order besar; trading company lebih fleksibel untuk order kecil campuran.
  • Selalu pesan sampel. Biaya sampel yang terasa mahal jauh lebih murah daripada 500 unit barang yang ternyata tidak sesuai ekspektasi.
  • Minta foto produksi aktual, bukan hanya katalog. Foto katalog sering dipakai bersama oleh puluhan toko berbeda.

Langkah 4: Minta quotation dan hitung landed cost

Kesalahan paling umum adalah menghitung untung berdasarkan harga di halaman produk. Yang menentukan margin Anda bukan harga barang, melainkan landed cost — total biaya sampai barang berada di gudang Anda. Komponennya:

  1. Harga barang di 1688 atau Alibaba
  2. Ongkos kirim domestik China dari supplier ke gudang forwarder
  3. Freight internasional — laut dihitung per CBM, udara per kilogram
  4. Asuransi kargo — dihitung dari nilai barang, opsional tapi disarankan
  5. Bea Masuk — besarnya mengikuti HS Code produk Anda
  6. PPN dan PPh Impor — dihitung dari nilai CIF ditambah Bea Masuk
  7. Handling, customs clearance, dan trucking ke alamat Anda

Memahami CBM dan berat volumetrik

Freight laut ditagih per CBM (meter kubik): panjang × lebar × tinggi karton dalam meter. Sebagian besar forwarder menetapkan minimum 1 CBM, jadi mengirim 0,3 CBM tetap ditagih 1 CBM. Kalau volume Anda masih jauh di bawah 1 CBM, seringkali lebih hemat menunggu sampai order terkumpul.

Freight udara memakai berat yang lebih besar antara berat aktual dan berat volumetrik. Berat volumetrik dihitung dengan rumus panjang × lebar × tinggi dalam sentimeter dibagi 6000. Barang ringan tapi memakan tempat — bantal, mainan plastik besar — hampir selalu ditagih berdasarkan volumetrik.

Langkah 5: Pilih metode pengiriman

Perbandingan metode pengiriman dari China ke Indonesia
Metode Estimasi waktu Dasar tagihan Paling cocok untuk
Sea LCL 14–21 hari Per CBM, minimum 1 CBM Volume di bawah satu kontainer
Sea FCL 12–18 hari Per kontainer 20ft atau 40ft Volume besar, biaya per unit terendah
Air Freight 3–7 hari kerja Per kg, berat aktual atau volumetrik Barang ringan bernilai tinggi, restock mendesak

Aturan praktisnya: jika nilai barang per kilogram rendah — misalnya perabot plastik atau peralatan rumah tangga — pengiriman laut hampir selalu menang. Jika nilai per kilogram tinggi dan perputaran stok Anda cepat, seperti aksesori elektronik atau perhiasan, selisih ongkos udara sering tertutup oleh modal yang tidak mengendap tiga minggu di laut.

Langkah 6: Siapkan dokumen dan ajukan PIB

Dokumen wajib untuk setiap pengiriman import:

  • Commercial Invoice — rincian barang, jumlah, harga satuan, total, dan syarat perdagangan (FOB, CIF, EXW)
  • Packing List — jumlah karton, berat, dan dimensi tiap karton
  • Bill of Lading untuk laut, atau Air Waybill untuk udara
  • Certificate of Origin Form E — diterbitkan otoritas China, kunci untuk tarif preferensi ACFTA
  • Izin khusus jika produk Anda terkena LARTAS: SNI, izin edar BPOM, sertifikat Postel, dan sejenisnya

PIB (Pemberitahuan Impor Barang) diajukan secara elektronik melalui sistem CEISA Bea Cukai. Di dokumen inilah HS Code dan nilai pabean dideklarasikan, dan dari situ Bea Masuk serta pajak dihitung. Jika Anda memakai forwarder, merekalah yang mengajukan PIB — tapi tetap minta salinannya, karena PIB adalah bukti bahwa pengiriman Anda memang diproses secara resmi.

Langkah 7: Customs clearance sampai barang tiba

Setelah PIB diajukan dan pembayaran diselesaikan, sistem Bea Cukai menetapkan jalur pemeriksaan untuk pengiriman Anda:

Jalur pemeriksaan Bea Cukai
Jalur Perlakuan Tambahan waktu
Hijau Tanpa pemeriksaan fisik maupun dokumen Tidak ada
Kuning Pemeriksaan dokumen saja 1–3 hari
Merah Pemeriksaan fisik barang dan dokumen 3–7 hari, kadang lebih

Ketika semuanya sesuai, terbit SPPB (Surat Persetujuan Pengeluaran Barang) dan kontainer bisa dikeluarkan dari pelabuhan lalu dikirim ke alamat Anda. Importir baru dengan riwayat kepatuhan yang belum terbentuk lebih sering terkena jalur kuning atau merah — ini normal, dan porsinya menurun seiring rekam jejak pengiriman yang bersih.

Struktur biaya: kenapa harga 1688 bukan harga akhir

Kesalahan paling mahal yang dilakukan importir pemula bukan salah memilih supplier, melainkan menghitung margin dari harga yang tertera di halaman produk. Begitu seluruh komponen dijumlahkan, harga barang sering hanya menyumbang sekitar separuh dari total biaya sampai gudang Anda.

Yang membuat perhitungan ini tidak bisa disalin dari artikel mana pun: setiap komponen bergerak mengikuti karakter produk Anda. Tabel berikut menjelaskan apa yang menentukan besarnya masing-masing, dan di mana Anda sebenarnya punya ruang untuk menekan.

Apa yang menentukan besarnya tiap komponen biaya import
Komponen Ditentukan oleh Bisa ditekan dengan
Harga barang Kuantitas order dan platform yang dipakai Order lebih besar, dan membeli di 1688 alih-alih Alibaba
Ongkir domestik China Jarak supplier ke gudang konsolidasi forwarder Memilih supplier yang dekat dengan gudang forwarder
Freight internasional Volume (CBM) untuk laut, berat untuk udara Kemasan lebih rapat, menggabungkan order sampai 1 CBM
Bea Masuk HS Code produk, dan ada tidaknya Form E Klasifikasi HS Code yang benar, selalu meminta Form E
PPN dan PPh Impor Nilai CIF ditambah Bea Masuk, serta status API Anda Menurunkan Bea Masuk otomatis menurunkan keduanya
Handling dan trucking Pelabuhan bongkar dan jarak ke gudang Anda Memilih pelabuhan terdekat dengan lokasi bisnis

Dua hal yang perlu dicatat. Pertama, komponen terbesar berbeda untuk tiap jenis barang: produk ringan tapi memakan tempat akan didominasi ongkos freight, sementara produk bertarif tinggi akan didominasi Bea Masuk beserta pajak yang mengikutinya. Kedua, satu-satunya cara mendapat angka yang benar adalah menghitungnya dari HS Code dan dimensi aktual barang Anda — bukan dari rata-rata milik orang lain.

Enam kesalahan yang paling mahal

  1. Salah menentukan HS Code. Memilih kode dengan tarif lebih rendah agar hemat berujung pada penetapan ulang, kekurangan bayar, dan denda administrasi yang jauh melampaui penghematannya.
  2. Under-invoicing. Mendeklarasikan nilai barang lebih rendah dari transaksi sebenarnya adalah pelanggaran kepabeanan. Bea Cukai punya basis data harga pembanding, dan penetapan nilai bisa direvisi bertahun-tahun setelah barang keluar.
  3. Tidak mengecek LARTAS sebelum bayar. Barang yang butuh izin dan tidak punya izin akan tertahan. Pilihannya tinggal re-ekspor atau pemusnahan.
  4. Lupa meminta Form E. Membayar Bea Masuk penuh untuk barang yang sebenarnya berhak atas tarif preferensi ACFTA.
  5. Salah menghitung CBM atau berat volumetrik. Quotation freight membengkak di menit terakhir karena dimensi karton tidak dihitung sejak awal.
  6. Order besar tanpa sampel. Warna meleset, bahan berbeda, ukuran tidak sesuai — dan 500 unit sudah terlanjur ada di gudang Anda.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa biaya pajak impor barang dari China?

Pajak import terdiri dari tiga komponen: Bea Masuk, PPN Impor, dan PPh Pasal 22 Impor. Ketiganya dihitung dari nilai CIF — harga barang ditambah asuransi dan ongkos kirim — dan besarnya sepenuhnya bergantung pada HS Code produk Anda serta status API yang Anda miliki. Untuk barang asal China, Certificate of Origin Form E bisa menurunkan Bea Masuk secara signifikan berkat perjanjian ACFTA, dan karena Bea Masuk menjadi dasar perhitungan pajak sesudahnya, dampaknya berlipat. Karena tarif berubah secara berkala dan berbeda untuk tiap produk, hubungi tim kami dengan detail barang Anda untuk mendapat perhitungan yang akurat.

Bagaimana proses impor barang dari China?

Alurnya: cek status LARTAS produk, siapkan legalitas importir (NIB), cari dan verifikasi supplier, minta quotation lalu hitung landed cost, pilih metode pengiriman (laut atau udara), siapkan dokumen dan ajukan PIB ke Bea Cukai, terakhir customs clearance sampai SPPB terbit dan barang bisa dikirim ke gudang Anda. Total waktu umumnya 3–4 minggu untuk pengiriman laut.

Beli barang import China dimana?

Tiga platform utama: 1688.com untuk harga grosir langsung dari pabrik (paling murah, tapi hanya melayani pembeli domestik China sehingga butuh forwarder atau buying agent), Alibaba.com untuk transaksi internasional dengan proteksi Trade Assurance, dan Taobao untuk pembelian eceran atau sampel. Selisih harga 1688 dibanding Alibaba untuk produk yang sama bisa mencapai 30–50%.

Import borongan apakah legal?

Import borongan legal sepanjang forwarder yang Anda pakai tetap mengajukan PIB, membayar Bea Masuk dan pajak sesuai HS Code sebenarnya, serta tidak memalsukan nilai barang. Yang membuat sebuah pengiriman bermasalah bukan istilah "borongan" itu sendiri, melainkan praktik under-invoicing atau salah deklarasi HS Code. Selalu minta forwarder menunjukkan dokumen PIB dan SPPB atas nama pengiriman Anda.

Apakah bisa import barang dari China tanpa punya PT?

Bisa, lewat dua jalur. Pertama, jasa undername: Anda memakai legalitas perusahaan lain yang sudah punya NIB dan izin import, dengan biaya sewa per pengiriman. Kedua, layanan import door-to-door borongan, di mana forwarder yang bertindak sebagai importir tercatat. Keduanya legal selama pajak tetap dibayar penuh. Kalau volume import Anda sudah rutin, mendirikan PT sendiri biasanya lebih hemat dalam jangka panjang.

Berapa modal minimal untuk import barang dari China?

Tidak ada minimum order dari sisi regulasi — Anda boleh mengimpor satu karton sekalipun. Yang membatasi dalam praktik adalah tarif minimum freight, karena pengiriman laut umumnya ditagih minimal 1 CBM meski volume Anda lebih kecil. Jadi modal yang masuk akal ditentukan oleh titik di mana volume order Anda sudah mendekati 1 CBM, ditambah pajak dan handling. Kirimkan jenis produk dan perkiraan jumlahnya ke tim kami untuk mendapat estimasi modal yang sesuai kasus Anda.

Berapa lama pengiriman barang dari China ke Indonesia?

Via laut LCL sekitar 14–21 hari dari pelabuhan asal sampai tiba di gudang Anda, sudah termasuk konsolidasi dan customs clearance. Via laut FCL sedikit lebih cepat, 12–18 hari. Via udara 3–7 hari kerja. Tambahkan 2–5 hari jika barang terkena jalur merah dan harus melalui pemeriksaan fisik.